
INFORMASI - Selasa, 21 Oktober 2025 telah diselenggarakan One on One Meeting secara daring melalui zoom oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI yang diwakili surveyor dari konsultan dalam rangka kajian penyusunan Memo Info Kementerian Investasi dan Hilirisasi / BKPM RI Tahun 2025 dengan berpedoman pada SK Menteri Investasi / Kepala BKPM Nomor 50 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Peta Potensi dan Peluang Investasi.
Pada zoom meeting tersebut DPMPTSP Kota Pekalongan masuk di dalam break room khusus untuk Provinsi Jawa Tengah dimana di dalamnya hadir DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, DPMPTSP Kab.Semarang, Kab.Batang, Kab.Grobogan, Kab.Cilacap, dan Kota Pekalongan. DPMPTSP Kota Pekalongan juga turut mengajak Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Pekalongan selaku pemilik proyek Technopark Perikanan untuk bergabung dalam zoom meeting tersebut. Hadir mewakili DPMPTSP Kota Pekalongan: JF PKPM Ahli Pertama (A. Rozi, M. Ilham, Millatina) dan perwakilan dari kel.PTSP, Pengolah Data dan Informasi (Noor Falaisifa).
Kabupaten/Kota yang terpilih merupakan usulan dari DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah berdasarkan hasil penjaringan Investment Challenge 2022-2024 dan kajian IPRO provinsi 2025 dan diseleksi lagi oleh tim konsultan BKPM. Dari Kota Pekalongan terpilih 1 proyek IPRO (Investment Project Ready to Offer), yaitu Pengembangan Technopark Perikanan Berbasis Blue Economy Development di Kota Pekalongan.
Metode yang digunakan dalam One on One Meeting ini adalah presentasi oleh DPMPTSP Kab/Kota selaku pengusul proyek, dan konfirmasi data yang sebelumnya telah disusun oleh surveyor pada draf profil proyek investasi. DPMPTSP Kota Pekalongan memaparkan latar belakang proyek, tujuan/urgensi proyek, gambaran umum proyek, nilai investasi proyek, kelayakan aspek keuangan, skema kerjasama dan dukungan pemerintah daerah.
DKP Kota Pekalongan yang dalam hal ini diwakili oleh Bp.Mochtar menambahkan informasi terkait kondisi eksisting saat ini dimana luasan lahan yang available untuk ditawarkan ke investor sudah berkurang dari sebelumnya seluas 0,95 ha menjadi sekitar 2.000 m2, dikarenakan adanya pembangunan UPI NT HPI (Unit Pengolahan Ikan Bernilai tambah Hidrolisat Protein Ikan) dan yang terbaru masih dibangun SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Berdasarkan pengamatan pasar, sektor industri pengolahan merupakan yang paling cocok/marketable untuk investasi.
dari hasil penggalian data melalui One On One Meeting ini masih akan diseleksi kembali dan dipilih 10 besar untuk dimasukkan dalam Memo Info BKPM Tahun 2025 dan ditampilkan dalam PIR (Potensi Investasi Regional).
#DPMPTSPKotaPekalongan
#Sakpore
#WBBM
#ZI
