Sabtu, 04 Juli 2020
A- A A+

Bidang Industri dan Perdagangan

Sektor Industri

Industri manufaktur dikelompokkan ke dalam 4 golongan berdasarkan banyaknya pekerja, yaitu: industri besar (100 orang pekerja atau lebih), industri sedang/menengah (20–99 orang pekerja), industri kecil (5–19 orang pekerja), dan industri mikro (1–4 orang pekerja).

Berdasarkan nilai investasi, industri bisa dibedakan menjadi industri besar yaitu >5 Milyar Rupiah, industri menengah >200 juta Rupiah ≤ 5 Milyar Rupiah, dan industri kecil ≤ 200 juta Rupiah. Dalam bab ini jenis industri dikelompokkan ke dalam 3 kelompok, yaitu Industri Logam Mesin (ILM), Industri Aneka (IA) dan Industri Hasil Pertanian (IHP). Industri di Kota Pekalongan sebagian besar adalah Industri kecil.

Pada tahun 2016, jumlah Industri Kecil sebanyak 6.311 usaha (ILMK = 693, IA = 2.524, dan IHP = 3.094). Industri besar yang ada di Kota Pekalongan berjumlah 5, terdiri dari Industri Aneka (IA) yang berjumlah 3 unit dan Industri Hasil Pertanian (IHP) 2 unit. Sedangkan Industri Menengah di Kota Pekalongan berjumlah 160 unit dengan jenis Industri Logam Mesin Kimia berjumlah 19 unit, Industri Aneka berjumlah 92 unit, dan Industri Hasil Pertanian 49 unit.

Industri kecil dan menengah mengalami peningkatan jumlahnya bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan Industri besar jumlahnya tidak bertambah bila dibandingkan tahun lalu. Secara total jumlah industri di Kota Pekalongan naik 52 unit (0,81%) dari tahun 2015. Data mengenai tenaga kerja per jenis industri juga tersedia.


1. Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT)

Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor industri prioritas yang menjadi andalan masa depan. Untuk itu, di tahun 2016, laju Pertumbuhan Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka ditargetkan naik 6,33% dan memberi kontribusi sebesar 2,43% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. “Sektor Industri TPT akan terus menguat karena sifatnya yang padat karya dan menjadi 'Jaring Pengaman Sosial' yang mendukung pendapatan penduduk. Di lapangan industri pakaian menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan Tenaga kerja.

Saat ini industri TPT menempati ranking 3 ekspor nasional dan menyerap tenaga kerja hingga 2,79 juta orang dengan hasil produksi yang mampu memenuhi 70% kebutuhan sandang dalam negeri. Sepanjang tahun 2015, sektor TPT telah memberikan kontribusi 1,22% terhadap PDB Nasional dan surplus eskspor sebesar USD 4,31 miliar. Nilai ekspor TPT sendiri mencapai USD 12,28 miliar, atau berkontribusi sebesar 8,17% dari total nilai ekspor nasional. Industri TPT juga memiliki andil besar dalam menyumbang devisa negara. Total investasi di sektor tersebut pada 2016 mencapai Rp 7,54 triliun. Tercatat sektor TPT menyumbang 5,05% investasi PMA dan 3,07% investasi PMDN.

Kota Pekalongan pada tahun 2016 mencatat realisasi ekspor untuk komoditi ini mencapai US$ 6.270.212,- atau sekitar Rp 83,694 Milyar dengan volume mencapai 748.261 kg. Komponen komoditi tekstil yang diekspor tersebut terdiri dari : Sarung Batik, Sarung Palekat, Garmen, Garmen Batik, Ladies Dress, Material Fabric, Man’s Shirt, Veil, Ladies Blouse, Sajadah, Bed Cover, Bed Sheet, Polyester Fabric, Textile Fabric.

Meski kinerja industri tekstil sempat menurun 4,79% pada tahun 2015 akibat krisis ekonomi global, peluang pertumbuhan tahun ini masih sangat besar. Ini dikarenakan Indonesia dapat merespons krisis global secara tepat dan sudah mulai menunjukan perbaikan di sisi ekonomi nasional. Terlebih lagi, kelas menengah yang menjadi lokomotif konsumsi nasionalmenyumbang cukup banyak pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain, ketika pasar dunia tengah melemah, pasar domestik masih menjadi potensi besar.

Sejumlah tantangan masih akan dihadapi pelaku usaha TPT, misalnya para pekerja yang belum banyak tersertifikasi sesuai keahliannya sehingga menghambat kemapuan penelitian dan pengembangan di sektor industri tersebut. Karenanya, Pemerintah Kota Pekalongan mendirikan sekolah Akademi Komunitas Negeri (AKN) yang berkedudukan di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 30 Pekalongan sebagai salah satu upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kerja industri tekstil yang kompeten dan berdaya saing.

2. Industri Teh dan Minuman Teh

Para pengusaha teh, batik, handycraft dan ikan, yang sudah menjadi komoditas andalan di Kota Pekalongan diharapkan mampu meraih peluang pasar di dalam negeri dan menembus pasar internasional, serta siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Diantara Perusahaan Teh yang telah beroperasi di Kota Pekalongan, diantaranya adalah :

1) PT. Sari Melati Sejahter (Teh Jawa)

2) PT. Laksana Sinar Bersama (Industri Teh)

3) PT. Baverly Hill (Teh Sepeda Balap)

4) Teh Dandang

5) Teh Bandulan

6) Teh Cangkir

7) Teh Enak

8) Teh 999

9) Teh Angon Bebek

10) Teh Nutu

11) Teh Arum Sari


Sektor Perdagangan

Sektor Perdagangan memberikan sumbangan tertinggi terhadap struktur perekonomian di Kota Pekalongan yaitu sebesar 22,72%, sementara sektor Industri Pengolahan yang diharapkan sebagai sektor unggulan penunjang perekonomian sebesar 21,43% dan sektor Konstruksi sebesar 14,36% yang merupakan tiga besar penunjang struktur ekonomi di Kota Pekalongan.

Jumlah pasar di Kota Pekalongan yaitu 11 pasar, berada di Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 4 pasar, Pekalongan Timur 3 pasar, Pekalongan Selatan 3 pasar dan Pekalongan Utara 1 pasar. Sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka bertambah pula kebutuhan barang/jasa penduduk. Pada tahun 2015 jumlah pedagang di Kota Pekalongan mencapai 4.516 orang dan pada tahun 2016 menjadi 4.531 orang. Nilai realisasi ekspor Kota Pekalongan pada tahun 2016 sebesar US$ 19.081.546,65 meningkat 9,79% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 17.384.060,75.

1.     Batik

Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Jika dibanding dengan batik pesisir lainnya Batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan China dan Belanda. Motif Batik Pekalongan sangat bebas, dan menarik, meskipun motifnya terkadang sama dengan batik Solo atau Yogya, seringkali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif. Tak jarang pada sehelai kain batik dijumpai hingga 8 warna yang berani, dan kombinasi yang dinamis. Motif yang paling populer di dan terkenal dari pekalongan adalah motif batik Jlamprang.

Batik Pekalongan banyak dipasarkan hingga ke daerah luar jawa, diantaranya Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Minahasa, hingga Makassar. Biasanya pedagang batik di daerah ini memesan motif yang sesuai dengan selera dan adat daerah masing-masing. Bahkan Batik Pekalongan sudah banyak yang diekspor ke berbagai negara, seperti Amerika, Australia, Jepang, Korea, Timur Tengah, Afrika dan negaran lainnya.

Keistimewaan Batik Pekalongan adalah, para pembatiknya selalu mengikuti perkembangan jaman. Misalnya pada waktu penjajahan Jepang, maka lahir batik dengan nama Batik Jawa “Hokokai”, yaitu batik dengan motif dan warna yang mirip kimono Jepang. Pada umumnya batik jawa hokokai ini merupakan batik pagi-sore.

Pada tahun enampuluhan juga diciptakan batik dengan nama tritura. Bahkan pada tahun 2005, sesaat setelah presiden SBY diangkat muncul batik dengan motif ‘SBY’ yaitu motif batik yang mirip dengankain tenun ikat atau songket. Motif yang cukup populer akhir-akhir ini adalah motif Tsunami. Memang orang Pekalongan tidak pernah kehabisan ide untuk membuat kreasi motif batik.

Contoh motif dan corak Batik Pekalongan Corak Batik Pekalongan hampir sama dengan batik Yogyakarta, bedanya lebih atraktif dan berwarna cerah. Ciri-ciri motif batik asli pekalongan adalah:

1)  Ornament Khas Pekalongan

Motif batik asli Pekalongan memiliki ornament berbentuk tumbuhan dan burung garuda namun tidak ada cecek sawut atau cecek gori. Pengisian motif berupa cecek garis-garis atau cecek pitu. Detail cecek batik ala Pekalongan ini sangat menonjol sehingga garis pembentuk ornament motif terbentuk dari cecek-cecek pula. Salah satu merk batik halusan asli Pekalongan yang terkenal dengan permainan cecek adalah Oei Tjow Soen.

 

2) Motik Batik Jlamprang

Salah satu nama motif batik Pekalongan adalah Jlamprang yaitu motif batik berbentuk geometris. Motif ini dipengaruhi syiar agama Islam yang menghindari ornament berbentuk makhluk hidup. Namun adapula ahli sejarah yang berpendapat bahwa motif Jlamprang dipengaruhi kebudayaan Hindu Syiwa.


3) Motif Batik Liong

Motif Baju Batik Pekalongan sangat mirip burung Phoenix yaitu burung yang bulu sayap, kepala dan ekornya bergelombang serta ornament Liong yaitu naga berkaki sebagai pengaruh dari kebudayaan Cina


4) Motif Batik dengan Warna Cerah

Warna-warna kain batiknya cenderung cerah seperti merah, kuning cerah, biru muda, violet dan oranye terutama batik yang diproduksi di daerah pesisir Pekalongan.


5) Motif Batik Hokokai

Batik yang dibuat pada waktu zaman penjajajahan Jepang. Batik ini mengadopsi warna dan motif mirip kimono. Pada umumnya batik jawa hokokai ini merupakan batik pagi-sore.


6) Batik Lawasan

Batik lawasan merupakan batik berusia tua atau batik kuno. batik lawasan berasalal dari bahasa jawa “Batik” dan “Lawasan” dari kata lawas (tua). Batik lawasan juga dikenal dengan nama “Batik Lasem”. Batik Lawasan atau batik lasem mengacu pada batik yang berusia tua dengan motif klasik juga. Orang terkadang salah mengartikan batik lawasan padahal batik lawas.


7) Batik Buketan

Motif batik buketan ini berasal dari kata bahasa Perancis bouquet yang berarti rangkaian bunga. Motif ini mudah anda kenali karena motif dalam batik ini bergambar bunga, kupu-kupu, burung  hong, burung bangau, dan tumbuhan yang bersulur-sulur seperti tanaman yang tumbuh di Eropa. Gambar-gambar tersebut dirangkai dalam suatu rangkaian yang cantik, dengan warna yang indah.

Filosofi dari motif batik ini ialah kebahagiaan, keceriaan, kecantikan, kelembutan dan kemurnian. Maka, pembatik berharap agar si pemakai batik selalu tampak ceria dan bahagia. Batik motif buketan ini di suguhkan dengan warna yang cerah dan cantik, berbeda dengan warna batik Yogya dan Solo. Anda bisa menemukan warna merah, merah muda, biru, dan perpaduan warna yang elegan dan fresh.


8) Batik Encim

Salah batik tertua yang ada di Kota Pekalongan, tepatnya di Desa/Kampung Kauman. Corak dari Batik Encim ini merupakan perpaduan antara batik Arab dan India (Jlamprang) dengan batik pengaruh Cina.


2.     Perdagangan Barang (Retail)

Kota Pekalongan memiliki beberapa pusat perbelanjaan dari mall, pasar grosir hingga pasar tradisional. Berikut adalah pusat perbelanjaan modern yang ada di Kota Pekalongan :

1) Plaza Pekalongan (Matahari Department Store & Hypermart)

2) Carrefour Mega Centre Pekalongan

3) Mall Pekalongan (Borobudur Department Store & Giant)

4) Pekalongan Square (Ramayana Dept. Store & Robinson)

Dan berikut adalah Pusat Perbelanjaan Tradisional yang ada di Kota Pekalongan :

1) Pasar Grosir Batik Setono

2) Pasar Induk Banjarsari

3) Pasar Induk Grogolan

4) Pasar Induk Banyu Urip

5) Pasar Pagi Keraton

6) Pasar Podosugih

7) Pasar Anyar

8) Pasar Kraton

9) Pasar Poncol

10)Pasar Klego

11)Pasar Induk Kuripan

 

Hubungi Kami

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekalongan

Jl. Majapahit No. 1 Pekalongan

Telp : 0285 - 432086
Fax : 0285 - 420428
Email : oss@pekalongankota.go.id